Selasa, 10 Mei 2011

Mengapa Anda Perlu Gagal ?

Jujur saja, kesuksesan adalah sesuatu yang terlalu dibesar-besarkan. Semua orang ingin sukses, lebih sukses, dan paling sukses di bidangnya masing-masing. Orangtua kita menghabiskan sedemikian banyak waktu, energi, dan materi untuk membuka mata kita akan pentingnya kesuksesan, namun lupa untuk mengingatkan bahwa justru kegagalan adalah awal dari kebijaksanaan dan kekuatan.
Hari ini saya akan melengkapi kealpaan tersebut. Hari ini saya akan mencolok kedua mata Anda sedemikian keras agar bisa mengerti betapa pentingnya sebuah kegagalan.
  • Rasa takut gagal adalah alasan paling utama mengapa lebih dari 80% orang di dunia ini tidak pernah bisa mencapai impiannya. Bukan karena impiannya yang terlalu aneh atau tinggi, bukan juga karena kurang perencanaan yang matang, kurang sumber daya, kurang semangat, kurang dukungan, dsb. Rasa takut gagal, itulah agen sabotase terbesar yang memisahkan Anda dari apapun yang menjadi cita-cita Anda.
     
  • Kesuksesan bersifat monumental dan periodik yang akan rubuh kehilangan cahayanya, hilang terlupakan beberapa di detik setelah Anda tersandung atau seseorang merebut kesuksesan tersebut dari tangan Anda. Sementara kegagalan bersifat transendental yang tidak akan pernah hilang ataupun terlupakan karena Anda akan mengantungi pelajaran penting yang akan terus mempengaruhi seluruh aspek hidup Anda seumur hidup.
     
  • Kunci terpenting dalam hidup adalah memiliki kemampuan untuk bangkit berdiri lagi setelah terpeleset jatuh (bounce back), dan Anda tidak akan pernah bisa memilikinya jika Anda tidak pernah gagal atau jarang merasakan kegagalan. Kesuksesan tidak membuat seseorang jadi lebih baik dan lebih dewasa, malah biasanya berefek sebaliknya. Justru kegagalan yang menempa Anda jadi bermental baja.
Kegagalan merupakan pemicu dari inspirasi dan kerendahan hati. Kesuksesan jarang sekali memicu kedua hal tersebut, percayalah Anda akan sangat-sangat membutuhkannya ketika sukses nanti. Lebih jauh dari itu, berdasarkan pengalaman pribadi saya berani menyimpulkan bahwa nilai-nilai yang Anda dapatkan selama 3 tahun menjadi orang sukses jauh lebih rendah daripada nilai-nilai yang Anda dapatkan dalam kegagalan selama 3 menit. Jika Anda tidak percaya akan hal ini, silakan tanyakan pada tokoh-tokoh yang Anda kagumi.
Coba simak kutipan berikut ini dari Jon Carrol:
Success is boring. Success is proving that you can do something that you already know you can do, or doing something correctly the first time, which can often be a problematical victory. First-time success is usually a fluke. First-time failure, by contrast, is expected; it is the natural order of things.
Failure is how we learn. I have been told of an African phrase describing a good cook as ‘she who has broken many pots.’ If you’ve spent enough time in the kitchen to have broken a lot of pots, probably you know a fair amount about cooking. I once had a late dinner with a group of chefs, and they spent time comparing knife wounds and burn scars. They knew how much credibility their failures gave them.
Akhir kata, menjadi sukses itu adalah perkara mudah, jika Anda senantiasa memahami seni bangkit kembali.
Jadi apakah Anda sudah mengalami kegagalan hari ini? Jika ya, selamat!
Jumat, 06 Mei 2011

Bukannya Aku Tak Sayang

“Bagaimana kalau ternyata statusnya itu gara-gara kamu ?” ceplos temanku, sahabatku, kami bersama sejak kami masih SD, kami membicarakan tentang temanku, lebih tepatnya teman dekat, dia janji setelah dia ujian nasional dia akan menyatakan cintanya padaku, bagaimana tidak senang aku ? tetapi selama ujian ini, aku selalu gelisah, aku takut kalau dia melupakan aku, aku takut sejak dia marah karena sms.nya tak kubalas, aku sangat takut, dan akhir-akhir ini aku melihat statusnya tentang ujian seperti “gimana kalo ga lulus ?”, seperti “ ga konsen karena kamu”, dan itu seperti menuju ke arahku dan aku merasa takut dan khawatir, akankah aku menerima cintanya, atau bagaimana?
Aku dihantui rasa ketakutan selama 2 hari ini, hingg aku melampiaskan kemarahanku di MySpace, FB, Twitter, dll.
Aku melampiaskan kemarahanku padanya, ketakutanku padanya, semuanya, tentangnya. Dia mengetahuinya dan akhirnya dia mengirim sms padaku, berisi tentang kenapa aku membuat status seperti itu, apakah aku tidak menyukainya, dan sebagainya tetek bengeknya.
Aku mulai menjelaskan kenapa aku takut, kenapa aku membuat status seperti itu, dll. Aku sebenarnya takut kalau nanti ketika dia menyatakan cinta padaku, itu tidak jadi sebuah cinta yang benar-benar cintanya yang dulu, aku takut itu hanya bualannya semata, karena aku tau dia dulu seorang yang playboy, seorang perokok, berandalan, tetapi yang membuatku mencintainya karena meskipun begitu dia tetap memiliki satu cinta, bukan aku melainkan Dia, ALLAH. Aku tak tahu kenapa dia begitu, apa yang merasukinya, tetapi justru itulah yang mebuatku meyakini, kalau seberapa buruknya dia, dia masih memiliki keimanan. Dan setelah aku menjelaskan semuanya, dia mengerti dan meminta kalau aku untuk tidak takut, dan aku menurutinya, dan akhirnya dia bertanya apakah aku menyayanginya, aku hanya terdiam, aku tak bisa berkata apa-apa, tanganku tak kuat untuk membalas pesannya, dan akhirnya, aku memutuskan tak membalas perkataannya, bukannya aku tak sayang, hanya saja aku terlalu takut untuk bilang sayang kepadamu, karena ketika aku bilang sayang, kau akan puas dan meninggalkanku, dan aku ingin kau menanti dan setia menunggu aku bilang sayang padamu, itu semua bukan karena aku tak sayang.

HOTTEST TIME OF THE DAY !~~~

All is about 2PM. I'm HOTTEST, always HOTTEST !~~~ Jang Wooyoung or AngAng is my Bias !~~ I'm AngAngel ^^

Follow your Soul ~~~^^

Hottest Playlist

About Me

Foto Saya
Isangirl
Just a fangirl who love writing. Share her imaginations into papers ^^
Lihat profil lengkapku